SINGARAJA – Sudah sebulan lebih, jajaran Polres Buleleng berusaha mengungkap siapa “dalang” dibalik dilengserkannya Sekkab Buleleng dari jabatannya. Mulai dari pemeriksaan beberapa saksi-saksi yang mengarah pada pelaku penyebaran “foto adegan syur” affair Sekkab Buleleng, Ir. Ketut Ardha dengan pengusaha Restoran bernama Riri. Ada beberapa nama yang berpeluang besar menjadi tersangka dalam penyebaran “foto bugil” ini.
Adalah Gusti Bagus Puja Yadnya alias GusTut alias Raja Buleleng berpeluang besar menjadi salah satu tersangka kasus penempelan foto-foto bugil mantan Sekkab Buleleng Ketut Ardha dan Maria Elizabeth Lystia alias Ririn, pengusaha restoran di Singaraja. Munculnya nama ini lantaran Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni pada saat menjalani pemeriksaan di Polres Buleleng sebagai saksi kemarin, membeberkan keterlibatan Gus Tut alias Raja Buleleng tersebut.
Antonius atau Anton mengaku bahwa sebelum terjadi kejadian itu Gus Tut yang paling ngotot minta foto bugil Ardha-Ririn kepadanya. ”Semuanya sudah saya jelaskan kepada penyidik termasuk keterlibatan oknum insan pers yang bertugas sebagai publikator. Ini merupakan “hadiah” bagi polisi yang sekarang merayakan HUT Bhayangkara ke-62,” tandas Anton, kemarin siang usai memberikan keterangan kepada penyidik di Mapolres Buleleng.
Selain itu, Anton juga mengaku sudah menjelaskan bahwa “foto bugil” Ardha-Ririn yang terpampang di beberapa tempat umum di Singaraja dilakukan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompok, termasuk untuk mengintip jabatan tertentu di pemerintahan Kabupaten Buleleng. ”Oh, masalah ini saya beberakan apa adanya”. Apa yang saya ketahui, bagaimana Gus Tut berulangkali minta foto bugil Ardha-Ririn kepada saya. Saya tidak tahu darimana akhirnya ia dapatkan foto. Mungkin dari pemiliknya, tanya saja pada pemilik foto bugil,” kata Anton.
Anton mengaku tidak tahu menahu soal foto-foto bugil yang ditempel kelompok anti Ardha. Ia hanya menduga foto-foto itu mungkin telah beredar atau jatuh ke tangan kubu anti Ardha, pasti diberikan oleh salah satu pemilik foto bugil itu. ”Ya siapa lagi, yang punya foto itu mbak Ririn dan pak Ardha, tanyakan saja pada mereka berdua kepada siapa foto itu dikasih. Wong itu foto pribadi mereka tapi sampai beredar ke publik, ya jelas salah satu dari mereka memberikan kepada orang,” ungkap Anton.
Sebelumnya polisi juga sudah memeriksa salah satu pejabat penting berinisial BS dan mengincar beberapa pejabat lain yang diduga kuat ikut berperan dalam penempelan foto bugil tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Mapolres Buleleng kemarin, menyebutkan bahwa kelompok berkepentingan dalam kasus foto bugil Ardha-Ririn sudah teridentifikasi. Ada tiga kelompok birokrat yang ‘bermain’, dua kelompok sangat agresif dengan gayanya yang keburu nafsu. Salah satu dari kelompok agresif itu, bahkan punya akses dengan seorang oknum pengusaha terkemuka di Buleleng yang menyimpan foto bugil Ardha-Ririn.
Sedangkan kelompok argresif lainnya, mengandalkan gerakan preman untuk mencapai tujuan. Pun demikian, tiga kelompok dengan gayannya masing-masing punya satu tujuan yakni ‘menggulingkan’ Ketut Ardha sebagai Sekkab Buleleng. Dua eksekutor bahkan telah teridentifikasi dan sudah terdaftar dalam 100 saksi yang akan diperiksa penyidik Satreskrim Polres Buleleng.
Pahumas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa, menyebutkan penyelidikan dan penyidikan kasus penempelan foto bugil Ardha-Ririn mulai menunjukan titik terang. Kata dia, “sudah ada delapan saksi yang diperiksa, dan penyidik tidak akan berhenti hingga seratus saksi sekalipun untuk dapat mengungkap kasus itu,” tandas Sudirsa.
DIarsipkan di bawah: Berita, Buleleng, Politik, Sosial | Ditandai: Affair, Berita, Foto Bugi Sekkab, Insan Pers, LSM Gema Nusantara, Oknum Pejabat, Sekkab Buleleng, Singaraja, Skandal Perselingkuhan






