SINGARAJA–Pernyataan Bupati Bagiada yang bernuansa mengampanyekan kandidat gubernur/wagub Bali dari PDIP Komjen Pol Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga saat melakukan kunjungan kerja (kunker) bupati ke Kecamatan Buleleng telah membuat telinga dewan Buleleng “panas”.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Suartana, SE, MBA, yang ditunjuk mewakili Ketua DPRD Buleleng memboikot acara tersebut kunker Bupati Bagiada. Suartana menilai dalam kunker di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Senin (30/6) kemarin pagi, Bupati Buleleng, Putu Bagiada entah sengaja atau keceplosan melakukan kampanye terselubung untuk kandidat gubernur/wagub Patika-Puspayoga.
Kata-kata yang terlontar dari Bupati Bagiada yang dinilai bernuansa politis dan melakukan kampanye terselubung saat bertatap muka dengan warga Desa Anturan yakni, “Tadi waktu papasan ada yang kampanye, itu warnanya merah.Yang merah bagus ya, oleh karena itulah mari ajegang kayun dengan tulus, bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, di Buleleng ini mangde mangkin meyoga iraga sareng sami Pastika 2008.”
Pernyataan yang kira-kira berarti “mendukung Pastika” membuat dewan tersinggung dan menilai Bupati Bagiada telah melakukan kampanye terselubung pada kegiatan kenegaraan tersebut. “Bapak Bupati telah menyalahgunakan acara ini. Ini kunjunjan Bupati Buleleng bukan kunjungan kader partai tertentu atau tim kampanye kandidat tertentu sehingga Bapak Bupatiberbicara seperti itu di depan masyarakat,” kritik Suartana, kader senior Partai Golkar.
“Saya hadir saat kunker tersebut mewakili legeslatif, sebagai mitra pembangunan Bupati. Namun saya sangat kecewa ketika melakukan kunker di Desa Anturan, kok Bupati melakukan kampanye seperti itu. Kegiatan kunker itu sudah melenceng, kok menjadi ajang kampanye. ”Netralitas Bupati Bagiada sebagai pejabat birokrasi di Kabupaten Buleleng juga patut dipertanyakan. Apa yang disampaikan Bupati benar-benar mengkampanyekan Mangku Pastika-Puspayoga,” tegasnya.
Suartana menegaskan, dirinya secara tegas menyatakan memboikot seluruh kegiatan kunker tahun ini. “Begitu saya dengar itu, saya langsung balik, tidak melakukan kunker bersama Bupati. Saya tidak akan mengikuti kunker sampai putaran terakhir.” “Intinya, Bupati sudah salah memberikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat Buleleng,” sorotnya.
(rubrik)
DIarsipkan di bawah: Berita, Buleleng, Politik | Ditandai: Berita, Dewan Kritik Bupati Buleleng, kampanye, Kampanye Terselubung, Pilgub Bali, Politik







ak bupati yang netral na e jangan menyalahgunakan kunker menjdi cara untuk kampanye terslubung..